Cara Memilih Karpet Yang Benar

Untuk menciptakan tampilan maksimal dari karpet sebagai anggota dari interior ruang, adabeberapa hal yang mesti menjadi perhatian.

1. Kenali bahannya

Karpet yang terbuat dari bahan wol, sutra, kapas, sisal, jute, lamun (rumput laut), dan bambu adalah yang terbaik. Apalagi sistem pembuatannya memakai keterampilan tangan perajin. Tidak heran terkecuali harganya pun bisa selangit.

Karpet handmade berbahan alami ini berkualitas tinggi agar tahan lama, tidak ringan terbakar, ramah lingkungan, halus, dan safe bagi kesehatan. Karpet bersama dengan serat alami yang biasanya mahal harganya bisa menjadi aset yang diwariskan secara turun-temurun.

“Untuk karpet handmade seukuran sajadah ada yang harganya Rp1 juta. Sementara untuk ukuran standar, 2 m x 3 m, harganya jadi dari Rp10 juta hingga ratusan juta. Yang paling mahal dan unggul adalah karpet dari Persia. Menyusul karpet dari Pakistan, Kashmir, Afganistan, dan Turki,” papar Malik M.A., pemilik toko karpet dan interior Al Hamd yang telah beroperasi 30 tahun di Jakarta.

Bervariasinya harga ini benar-benar ditentukan oleh kualitas karpet, lamanya pengerjaan, kepadatan benang per kuadrat inci, serta bahan yang digunakan. “Penetapan harga mesti memperhitungkan beberapa hal tersebut. Karena, di sinilah kita mengapresiasi karpet sebagai sebuah karya seni,” tambahnya.

Sementara karpet berbahan sintetis, seperti serat polyester, viscose, rayon, dan nilon yang dilakukan bersama dengan mesin memiliki standar kualitas lebih rendah. Namun, harganya pun lebih terjangkau. Karpet type ini biasanya warnanya cepat memudar dan bisa mengeluarkan bau lem lateks. Karpet dari bahan sintetis termasuk bisa mengakibatkan alergi bagi {beberapa|sebagian|lebih dari satu} orang.

2. Varian motif dan warna

Persia (sekarang Iran), Turki, India, Afganistan, dan Pakistan adalah negeri pencetak karpet bermotif sulur, geometris, kaya corak, menampilkan sisi alam seperti tumbuhan dan hewan. Motif alam biasanya dipakai terhadap interior hunian bergaya klasik dan modern, sedang motif geometris digunakan untuk menciptakan jenis etnik dan kontemporer.

Pemilihan motif dan warna ini benar-benar berperan didalam meramaikan ruangan, meredupkan ingar-bingar perabotan, dan menjadikannya sebagai aksentuasi agar tercipta ruangan yang berkarakter.

Menurut Roulina Sinaga, sales manager di toko interior Fio Home, penentuan motif sebaiknya mengacu terhadap keseimbangan bersama dengan furnitur yang telah ada. “Jika ruangan telah ramai bersama dengan cushion, wallpaper, table runner bermotif, maka pilih karpet berpola simple sebagai penetralisasi,” ucapnya.

Sebaliknya, terkecuali menginginkan menonjolkan keindahan karpet, maka kuantitas perabotan tidak mesti benar-benar banyak dan minim corak agar seluruh tidak ‘berteriak’. Untuk menciptakan tampilan yang seimbang bersama dengan komponen furnitur, posisi karpet biasanya selamanya berdampingan simetris bersama dengan objek di sekitarnya. Jika anda akan membersihkannya, Anda bisa menghubungi Jasa Cuci Karpet

3. Sesuaikan bersama dengan tema ruangan

Rosyid Akhmadi, pendiri karpet Mohoi yang produksi hand tufted rug memakai acrylic wool dan natural wool dari New Zealand, menyarankan untuk pilih material, warna, dan motif karpet cocok bersama dengan area penempatannya.
Foyer. Penggunaan karpet sisal bersama dengan pola geometris dan warna cokelat atau hitam bisa dijadikan pilihan.

Ruang formal. Untuk menonjolkan ketegasan, beri jarak kosong antara dinding bersama dengan tepian karpet lebih kurang 20-30 cm. Pilih motif floral atau jenis klasik bersama dengan tone warna yang lembut. Warna karpet bisa senada bersama dengan warna kursi, tembok, ataupun pilar. Bahan wol handmade disarankan. Namun, terkecuali menginginkan bahan sintetis, pilih yang pintalan benangnya paling rapat.

Ruang keluarga & ruang makan. Di ruang santai ini eksplorasi pola bisa lebih ‘liar’ bersama dengan motif floral, geometris, garis, kontemporer, dan abstrak, termasuk permainan gradasi warna. Makin berani, semakin baik, asalkan selamanya menyimak keseimbangan bersama dengan komponen interior di sekitarnya. Di ruang keluarga bisa digunakan acrylic wool sebab teksturnya lembut, atau bahan natural seperti wol asli, katun, dan sutra. Sementara karpet berbahan sisal bisa ditempatkan di bawah meja makan sebab lebih tidak tebal dan memberi rasa hangat terhadap kaki.

Kamar tidur. Pilih warna hitam, abu-abu, atau gading bersama dengan motif garis atau floral yang tidak kompleks. Bisa termasuk pilih padanan warna hijau tua bersama dengan biru navy, atau peach bersama dengan kuning mustard. Jika perabotan telah muncul berat, pilih karpet motif polos. Untuk kamar anak bisa memakai karpet bergambar kartun atau grafik dari ikon tertentu, andaikata jenis pop art, comic art, atau action figure kesukaan si kecil.
Ruang bermain. Corak dot atau pointing, garis abstrak, geometris segitiga, bersama dengan perpaduan tehnik layer timbul tenggelam terhadap karpet bakal meningkatkan seru area ini.

4. Perhatikan skala ruang

Dilihat didalam konteks kekinian, tidak ada ketentuan baku didalam pilih volume karpet terhadap ruangan, terkecuali terkecuali ia difungsikan untuk menutup total area. Namun, secara penempatan, ada 2 metode yang bisa dipilih untuk ruang keluarga.

Metode kontemporer kebesaran bersama dengan cara menempatkan seluruh furnitur di atas karpet. Meski banyak ukuran, biasanya karpet 2,4 m x 3,4 m adalah yang paling baik sebab bisa menampung 1 set meja dan sofa.
Metode tradisional bersama dengan cara menempatkan sofa di pinggir karpet dan cuma meja kopi di atasnya. Patokan pengukuran bisa berangkat dari karpet ukuran 1,6 m x 2,3 m yang serupa lebar dan panjangnya bersama dengan sofa yang memiliki 3-4 area duduk.

Untuk ruang makan, biasanya karpet berukuran 2 m x 3 m bisa ditempatkan di bawah meja makan bersama dengan 6 kursi. Ukuran 2,5 m x 3,5 m untuk meja makan bersama dengan 8 kursi. Kedua ukuran ini amat mungkin kursi selamanya berada di bawah karpet, biarpun ditarik muncul meja sebab memang seharusnya kaki kursi tidak muncul dari zona nyaman karpet.

Artikel Terkait : Jasa Poles Lantai