Hari Minggu Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Hari Minggu Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Hari Minggu Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Setiap hari seorang anak sangat muda bersekolah di tempat yang sangat terkenal. Dia bernama kodi. Dia masih duduk di kelas satu sekolah menengah atas. Dia sangat pandai sehingga dia bisa masuk di sekolah favorit dan menduduki kelas unggulan. Melihat kemampuan tersebut banyak orang yang merasa iba jika tidak dapat mendapatkan kesempatan sesuai dengan kemampuan kodi. Sang orang tua yang hanya bekerja sebagai pedagang tidak mampu jika harus membiayai dengan jumlah uang yang sangat besar. Sang orang tua juga sedang menyekolahkan adiknya yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar. Sang ayah seorang pedagang Jual Bibit dan Pohon Spathodea berkeliling. Sang ibu bekerja sebagai buruh cuci. Dengan penghasilan yang tidak terlalu banyak membuat kedua orang tua harus pesimis jika sang anak kodi bersekolah di sekolah favorit. Mengingat sang adik juga sudah mulai membutuhkan uang untuk biaya sekolahnya.

Kodi yang melihat keadaan sang orang tua mencari uang dengan susah payah. Kodi merasa kasihan jika dia bersekolah di sekolah mengah atas favorit tersebut. Biaya yang di keluarkan akan banyak jika kodi bersekolah di tempat tersebut. Dia memutuskan untuk bersekolah di sekolah menengah atas swasta di kota saja. Namun seluruh pihak sekolah mengetahui bahwa kemampuan kodi sangat besar dia mewarisi kemampuan ayahnya yang seorang jual bibit dan Pohon Spathodea maka tidak heran dia sangat cakap berbicara dengan orang lain, dan juga Kodi memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh anak di usianya dimana dia punya kemampuan yang sangat teliti dan sabar. Inilah yang menjadikan dirinya sangat di sukai oleh teman maupun guru yang ada di sekolahan miliknya. Selain itu, kemampuan lain yang dimilikinya adalah mampu menggambar dengan sangat baik bagian – bagian seni yang tidak dimiliki oleh orang yang lainnya.

Kodi pada sisi lain juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan di dalam kelas, dimana dia tidak pernah keluar dari tiga besar rangking di kelasnya. Bahkan, dia juga sering mengikuti perlombaan mata pelajaran baik di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten pernah dia ikuti. Membuat bangga ayahnya yang meski hanya sebagai seorang jual bibit dan Pohon Spathodea tapi memiliki kepintaran dan ketekunan untuk terus belajar. Kemampuan yang dimilikinya terutama di bidang matematika dia sangat cerdas dan pintar untuk membuat semua permasalahan yang ada saat materi matematika itu dia selalu bisa memecahkan persoalan itu. inilah sebanarnya kejeniusan yang dimiliki oleh Kodi hanyalah anak seorang jual bibit dan Pohon Spathodea yang tanpa pantang menyerah menggapai cita – citanya untuk kehidupan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *