Kubah Enamel Masjid Raya Padang yang Menawan

Kubah Enamel Masjid Raya Padang yang Menawan

Kubah Enamel Masjid Raya Padang yang Menawan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, di pagi yang cerah ini dalam keadaan yang sehat walafiat, Alhamdulillah. Oke, di artikel ini masih membahas di seputar beberapa masjid di wilayah indonesia. Pada kesempatan kali ini admin membahas salah satu masjid yang paling terkenal yaitu Masjid Raya Ganting Padang yang terkenal berkat harga kubah enamel nya yang terjangkau. Masjid raya ganting ini juga ditulis dan dilafalkan Gantiang yang dalam bahasa minangkabau. masjid ini terletak di kelurahan ganting kecamatan padang timur kota padang sumatera barat.

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1845. masjid ini juga tercatat sebagai masjid tertua di padang dan salah satu yang tertua di indonesia.Masji ini pun sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu cagar budaya. Masjid yang pembangunannya melibatkan beragam bangsa ini menjadi pusat pergerakan reformasi islam di daerah tersebut pada abad sekitar ke-19 dan presiden Ir. soekarno pernah mengungsi ke masjid ini pada masa perjuangan kemerdekaan. Masjid ini termasuk bangunan yang tetap utuh setelah gelombang tsunami menerjang kota padang cerita gempa bumi tahun 1833 walaupun mengalami kerusakan cukup  akibat gempa tahun 2005 dan 2009. Masjid ini selain untuk beraktivitas ibadah umat islam juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama dan pesantren kilat bagi pelajar serta menjadi salah satu daya tarik wisata di kota padang. Apalagi jika melihat dari segi harga kubah enamel nya yang sangat miring.

Menurut Abdullah Basir Zain masjid ini telah berdiri sejak tahun 1700-an dan pada mulanya terletak di kaki gunung padang kemudian dipindahkan ke tepi batang arau karena belanda hendak membuat jalan ke pelabuhan teluk bayur hingga terakhir dipindahkan ke lokasi sekarang. Namun ada dokumen yang diterbitkan oleh departemen agama menyebutkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1790 dari bahan kayu dengan atap berbahan rumbia. Pada tahun 1910 belanda mendirikan pabrik semen di indarung padang. untuk mentransfer semen ke pelabuhan teluk bayur belanda membuka jalan batu melewati tanah masjid raya ganting. hampir sepertiga dari luas tanah wakaf untuk masjid ini digunakan untuk jalan orang belanda tersebut. Masjid raya ganting padang ini berdiri diatas tanah seluas 102 X 95,6 M2 dengan pembangunan berbentuk persegi panjang berukuran 42 X 39 m2 bangunan terdiri dari serambi muka, serambi samping kiri dan kanan, mihrab dan ruang utama. luas bangunan yang kurang dari seperlima luas lahan penyesatan halaman yang luasnya dapat menampung banyak jamaah pada saat pelaksanaan salat di hari besar islam. Halaman masjid tersebut dipagari besi dan berbatasan langsung dengan jalan raya di sebelah timur dan utara.

Di sekitar masjid ini ada salah satu makam yaitu makam Angku Syekh Haji Uma beliau adalah satu dari tiga orang pemrakarsa pembangunan masjid ini. Bangunan masjid ini memiliki dua serambi utama yaitu serambi samping dan serambi muka kedua serambi samping ukuran 30 X 4,5 m2 dan memiliki 2 buah pintu masuk yang satu pintunya menuju ke tempat wudhu. Ruang utama masjid raya ganting padang ini berbentuk persegi berukuran 30 X 30 meter dengan 4 pintu masuk di sisi timur dan masing-masing 2 pintu di sisi utara dan selatan juga kubah dengan harga kubah enamel yang bersahabat. Terdapat pula 2 jendela yang terbuat dari kayu di sisi timur mengapit pintu masuk rumah dan 3 jendela di sisi utara dan selatan letak 6 jendela di sisi barat di ruang utama juga terdapat soko guru atau tiang utama berjumlah 25 yang berbentuk segi enam dengan diameter 40 sampai 50 cm dan tinggi mencapai 420 cm. Pada sisi barat ruang utama terdapat mihrab yang diapit oleh 2 kamar di sisi utara dan selatan. Masjid ini setiap tahunnya memiliki banyak pengunjung dan mampir untuk mengetahui secara mendalam tentang masjid raya ganting padang.