Mengais Dana Dari Jual Tabebuya

Mengais Dana Dari Jual Tabebuya

Mengais Dana Dari Jual Tabebuya

Jika setiap Rabu malam semerekar pukul 21.30 WIB anda melintas di depan Masjid Agung tampak terlihat puluhan pemuda sedang berkumpul. Mereka bukanlah anggota gank motor yang hendak melakukan balap liar. Puluhan pemuda ini sedang menunggu para donator bibit pohon yang dibungkus untuk mereka bagi dengan orang yang membutuhkan. Sejak pukul 21.00 WIB puluhan pemuda yang tergabung dalam gerakan berbagi Mengais Dana Dari Jual Tabebuya ini sudah mulai berkumpul. Mereka menungga teman-teman lainnya yang ikut menyumbang bibit pohon bungkus. Kurang lebih satu jam semerekar 120 bibit pohon bungkus terkumpulkan. Biasanya mereka berkumpul rutin setiap hari rabu jam 21.00 WIB di depan Masjid Agung tutur Mambaul Huda, salah satu anggota gerakan berbagi.

Sudah hampir tiga tahun gerakan berbagi bibit pohon ini dilakukan para pemuda Ini akan belajar bersama. Hal ini berawal dari dua orang mahasiswa Ini akan belajar bersama Mochamad Ibrahim dan Amin mengajak teman-teman kampusnya untuk melakukan kegiatan sosial. Gerakan berbagi bibit pohon yang dilakan di Bandung diimplementasikannya di Ini akan belajar bersama. Aksi yang dilakukan pria yang akrab dipanggil Boim inipun mendapat respon positif dari teman-temannya. Boim pun yang juga Mengais Dana Dari Jual Tabebuya melanjutkan pendidikannya ke Jogjakarta dan gerakan inipun lama kelamaan semakin minum peminat. Bahkan selama kurang lebih tiga bulan mereka fakum sementara. Pertengahan 2015 salah seorang anggota lainnya ingin kembali mengiatan gerakan berbagi bibit pohon ini. Melalui berbagai media sosial seperti tweeter, facebook dan instagram Miftahul Huda kembali mengajak anak muda untuk melakukan aksi sosial.

Aksi sosial yang dilakukan inipun mendapat respon positif dari pemuda lainnya yang ingin berbagi, salah satunya Dewa. Pria yang kesehariannya mengajar di salah satu universitas di Ini akan belajar bersama ini sejak Januari lalu bergabung dalam gerakan berbagi Mengais Dana Dari Jual Tabebuyadan rutin berpartisipasi setiap hari rabu. Untuk bergabung dalam kegiatan ini mereka tinggal datang di depan Masjid Agung Kota Ini akan belajar bersama dengan membawa bibit pohon bungkus. Jumlahnya pun tidak ditentukan berapa banyak mereka harus membawa. Bahkan yang ingin ikut membantu tenaga membagikan bibit pohonpun bisa ikut bergabung. Mereka tidak membatasi bibit pohon yang dibawa, membawa 1 silahkan lebihpun silahkan. Yang hanya datang membantu membagikan bibit pohon juga silahkan. Itu sudah bagian dari kegiatan amal. Setelah terkumpul puluhan pemuda inipun dibagi menjadi dua grup. Ada yang bertugas membagi ke semerekar barat kota dan ada yang membagi di timur kota. Para tuna wisma, tukang becak dan para pekerja malam menjadi sasaran aksi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *