Pengusulan Peremajaan Kelapa Sawit terus Bertambah

Pengusulan Peremajaan Kelapa Sawit terus Bertambah

Beberapa petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu menyarankan peremajaan atau replanting komoditas perkebunan yg tidak produktif. Beberapa saran pun selalu berdatangan serta mengharapkan diteruskan ke pemerintah pusat.

” Petani yang menyarankan peremajaan tanaman kelapa sawit itu menyebar pada beberapa kecamatan di daerah ini ” kata Kepala Bagian Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Wahyu Hidayat, di Mukomuko.

Sesungguhnya, pemerintah Kabupaten Mukomuko th. 2018 memperoleh jatah peremajaan atau replanting kebun kelapa sawit tidak produktif, seluas 3. 000 hektare dari pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini instansinya masih tetap selalu terima berkas saran peremajaan tanaman kelapa sawit tidak produktif dari petani setempat.

” Berkas saran peremajaan sawit tidak produktif dibarengi ktp, kartu keluarga serta surat info tanah atau sertifikat tanah, ” katanya.

Ia meneruskan, pihaknya sampai saat ini masih tetap terima saran peremajaan tanaman kelapa sawit dari petani. Sesudah ini saran itu diteruskan ke pemerintah pusat.

Langkah ini sejatinya juga melibatkan kepala desa untuk mendata kebun kelapa sawit yang mempunyai produktivitas rendah, yakni tanaman kelapa sawit berumur diatas 25 th.. Lalu, produksi tandan buah fresh kelapa sawit sebesar 10 ton per hektare/th..

Ia membidik, minimum seluas 1. 400 hektare kebun kelapa sawit tua serta produktivitas rendah yang terdata di lembaga itu, diusulkan memperoleh program peremajaan sawit dari pemerintah pusat. Karenanya, ia mendorong kepala desa selekasnya menyerahkan data lahan perkebunan kelapa sawit tidak produktif di wilayahnya sampai akhir bln. Desember th. ini.

Replanting perkebunan sawit adalah program nasional serta mulai dikerjakan pada 2017 yang di buka segera Presiden Joko Widodo di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, baru saja ini. Menteri Koordinator bagian Perekonomian Darmin Nasution pun menyebutkan peremajaan kelapa sawit (replanting) sangatlah menekan untuk dikerjakan. Waktu ini telah banyak pohon kelapa sawit rakyat yang usianya lebih dari 25 th..

“Dari keseluruhan 470 ribu hektare sawit perkebunan rakyat, seluas 350 ribu hektare sudah berumur tua, hingga produktivitasnya jadi rendah yakni kurang dari 10 ton per Tandan Buah Fresh (TBS) pertahun serta tidak bisa nikmati hasil yang baik, ” tutur Darmin.

Darmin menerangkan, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa sawit seluas 11, 9 juta hektare, sekitaran 41% atau 4, 6 juta hektare adalah kebun kelapa sawit rakyat. Berdasar pada data perkebunan, kebun kelapa sawit rakyat yang dikelola oleh 2, 3 juta kepala keluarga mempunyai beberapa kekurangan.

Problem yang dihadapi waktu ini sampai perlu tersentuh program replanting yaitu usia tanaman yang telah lebih dari 25 th.. Lalu, produktivitas yang rendah, pemakaian bibit yang jelek, lahan yg tidak terang status hukumnya, dan Agriculture Practice yg tidak baik.

“Tugas besar untuk meremajakan kelapa sawit seluas 4, 6 juta hektare ini harus dikerjakan dengan bersama. Jika 4, 6 juta ha dibagi dengan 25 th., maka tiap-tiap th. kita harus meremajakan 185 ribu hektare, ” katanya.

Pemerintah optimis keseluruhan lahan seluas 9. 109, 29 hektare yang diserahkan untuk replanting memperoleh dana pertolongan peremajaan sawit rakyat itu tidak masuk lokasi rimba atau masuk lahan APL (Ruang Pemakaian Beda).

Terlebih dulu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mendorong, Sumatera Selatan untuk meremajakan perkebunan kelapa sawit lebih luas sekali lagi karna daerah ini cukup siap serta telah sukses melakukan.

” Sumsel sudah sukses melakukan peremajaan sawit di Kabupaten Musi Banyuasin hingga program itu harus dimaksimalkan sekali lagi, ” tuturnya.

Penjualan Benih
Ramainya program replanting waktu ini berimbas pada penjualan benih ataupun bibit unggul siap tanam kelapa sawit nasional yang pada th. depan diperkirakan bertambah.

” Pada th. 2018, program peremajaan kelapa sawit rakyat didalam negeri masih tetap cukup luas, ” tutur Direktur Pusat Riset Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Hasril Hasan Siregar.

Menurut dia, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dengan support BPDPKS (Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit), misalnya, berencana mendanai peremajaan seluas 185. 000 hektare sawit petani pada th. 2018. Untuk program itu, diperlukan sekitaran 30 juta benih atau bibit unggul.

Terkecuali peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, kata Hasril, ada juga peremajaan oleh perkebunan negara serta swasta yang membutuh sekitaran 80 juta sampai 90 juta benih atau bibit unggul.

” Jadi, diperkirakan keperluan bibit sawit nasional 2018 sekitaran 110 juta sampai 120 juta benih, ” katanya.

Dengan trend meningkatnya keinginan, bisnis perusahaan pembenihan pun dinilai menggairahkan. PPKS Medan sendiri mengakui berusaha selalu tingkatkan produksi serta tingkatkan kwalitas benih agar tanaman sawit Indonesia semakin bagus.

Ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut Gus Dalhari Harahap menyebutkan, pihaknya berkemauan agar program peremajaan berjalan lebih cepat serta luas. Menurutnya, beberapa besar luasan sawit rakyat adalah tanaman tua serta dengan produktivitas rendah karena dahulunya ditanam dengan bibit asalan