Rumah Rapi Meski tanpa Asisten Rumah Tangga

Ketidakhadiran asisten tempat tinggal tangga (ART) kerap diakui sebagai isyarat tempat tinggal dapat selalu berantakan dan kotor. Walau begitu, dengan trik yang tepat kami selalu mampu memicu hunian jadi nyaman dan rapi dengan bisnis sendiri. Memulai berasal dari ruangan mana untuk merapikan tempat tinggal kerap jadi pertanyaan. Walau barangkali jadi logis untuk merapikan berasal dari ruangan ke ruangan, namun para ahli pengaturan tempat tinggal tidak sependapat. Mengatur dan merapikan tempat tinggal adalah sistem holistik dengan kata lain perlu dikerjakan secara keseluruhan. Hal itu juga sangat tergantung terhadap type hidup kita. Dengan kata lain, tiap orang pasti berbeda-beda. Berikut adalah pendapat ahli pengaturan rumah, Laura Cattano, Jeffrey Phillips, dan Jill Polack, untuk melindungi kerapihan tempat tinggal biarpun tanpa ART jasa cuci sofa :

1. Percaya naluri Menurut Cattano, bersihkan tempat tinggal atau apartemen artinya merelakan mengikis barang-barang tidak terpakai. Agar berhasil menyortir barang, kami perlu mempercayai naluri. “Tidak perlu banyak berpikir kala menyingkirkan barang yang tidak terpakai. Setelah kami mengikis barang yang paling mudah, rasanya juga dapat lebih mudah membongkar barang yang jadi susah disingkirkan,” katanya.

2. Sesuaikan dengan lifestyle Kita kerap menyimpan barang dikarenakan alasan sentimentil , bila pemanggang roti hadiah pernikahan berasal dari rekan kantor. Menurut Pollack, kami perlu berhenti mengayalkan perihal itu kecuali inginkan memicu tempat tinggal rapi. Jika sebuah barang tidak ulang berguna bagi kehidupan kami sekarang, sebaiknya sumbangkan terhadap orang lain. Bila saat ini ini kami pilih mengurangi karbohidrat dan tak ulang sarapan roti, membuat apa menyimpan pemanggangnya. “Semua barang perlu punya area penyimpanan. Jika tidak tersedia tempat, maka itu dapat jadi timbunan barang dan kami perlu evaluasi fungsinya,” katanya.

3. Jangan sangat terikat Hindari perasaan inginkan menyimpan semua benda yang punya kenangan. Jika tidak dipakai, jangan curiga menyingkirkannya. “Kebanyakan orang jadi sayang mengikis barang. Tapi, pikirkan analogi ini: Jika kamu ke pesta makan malam dan tuan tempat tinggal sediakan lobak dan kamu tidak doyan, apakah kamu dapat memakannya dikarenakan tidak enak terhadap tuan rumah? Tidak kan,” katanya.

4. Berhenti membeli kotak penyimpanan Salah satu kekeliruan terbesar banyak orang adalah membeli buku dan tempat-tempat penyimpanan yang pada akhirnya tak terpakai.
“Hindari produk-produk yang punya banyak gimik atau punya manfaat spesifik. Terkadang produk layaknya itu justru memperumit keadaan,” kata Philip.

5. Jadikan tradisi Selain rutin menyortir barang tidak terpakai jasa poles lantai , jangan lupa untuk lakukan pengaturan secara berkala. “Bisa harian, mingguan, atau bahkan setahun sekali, untuk memicu sistem pengaturan di tempat tinggal berjalan,” kata Phillip. Ia menyarankan supaya di akhir hari atau minggu kami mengembalikan ulang barang-barang terhadap tempatnya. Buat pengingat di kalender untuk lakukan pengaturan ini.

Bahagia itu sederhana. Frasa berikut punya arti bahwa kebahagiaan tidak melulu didapatkan berasal dari hal-hal yang jauh, melainkan yang dekat. Seperti area tinggal kami sendiri. Beberapa perihal yang kami lakukan atau pernak-pernik yang disusun di tempat tinggal ternyata mampu berikan kesegaran anggapan dan memicu kami lebih bahagia, lho. Apa saja?

1. Ruangan yang rapi Tumpukan kertas atau letak barang yang tak beraturan ternyata mampu memengaruhi kebahagiaan kita. Kita perlu mampu memisahkan, mana barang yang mestinya kami buang dan simpan. Professional organizer Marie Kondo mengatakan, ruangan yang berantakan mampu memicu seseorang lakukan hal-hal tidak rapi lainnya dan dapat memicu anggapan juga berantakan. Sementara itu, psikolog desain Sally Augustin, PhD mengatakan, ruangan yang rapi dapat membuahkan anggapan dan daya yang fokus untuk meraih kebahagiaan. “Tumpukan barang-barang yang tidak rapi secara visual dapat memicu anggapan jadi stres,” kata dia.

2. Pajang barang-barang yang artinya Dr. Agustin menyarankan kami untuk memajang hal-hal artinya di rumah. Dengan begitu, kami dapat terus mengingat hal-hal paling penting didalam kehidupan. Tak hanya mempercantik ruangan, namun juga mampu memicu perasaan bahagia. Misalnya, piala-piala yang dulu kami dapatkan atau perlindungan berasal dari orang yang sangat penting.