Tradisi Warga Makkah Menjamu Tamu Allah

 

tugas penyediaan santapan untuk jamaah haji kala berposisi di kota makkah dikasih kepada bani nawfal dan juga bani hashim.

kakek nabi muhammad saw abdul al-muttalib ikut bertugas sediakan santapan dan juga minuman di masa kala makkah dilanda kekeringan pada masa haji.

atas izin allah, dia bermimpi yang pada kesimpulannya mengarahkannya menciptakan sumur air zamzam. dia tidak menciptakannya seorang diri, tetapi ditemani oleh anaknya al-harith.

walhasil, melalui penemuannya itu, permasalahan kekeringan air dapat terpecahkan. sampai dikala ini juga, sumur air zamzam senantiasa dipakai di masjidil haram.

onislam. net mengutip, keramahtamahan penduduk makkah kesimpulannya populer. jamaah haji dari suriah, mesir dan juga irak berangkat ke makkah secara berkelompok. secara keseluruhan, diperkirakan puluhan ribu jamaah haji sudah meramaikan makkah ketika itu.

arus jamaah haji yang berangkat ke makkah terus menjadi bertambah sehabis islam tumbuh pesat. sebelumnya, untuk penduduk makkah, sudah terbiasa memandang jamaah haji menetap sedangkan.

para jamaah haji ini diucap pula bagaikan mujaawirun ataupun orang sebelah. para mujaawirun ini biasa membangun tempat tinggal sedangkan di lereng ataupun puncak bukit. sebab pemilihan posisi itu karna banjir yang kadangkala menyerang makkah kala itu.

Baca Juga :

Travel Umroh
Umroh Idul Fitri 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *